Jumat, 22 Maret 2013

About Talmud


Dalam perjalanan sejarahnya, Bangsa Yahudi Israel –diakui atau tidak- sangat identik dengan dua hal yaitu pertama, adalah konflik-konflik yang meliputi perjalanan sejarah mereka, dan kedua, adalah kitab Talmud yang oleh mereka dianggap sebagai karya teragung bangsa Yahudi. Untuk poin pertama, mungkin tidak akan dijelaskan secara panjang lebar dalam tulisan ini mengingat begitu banyaknya contoh konkret yang kiranya sudah lebih dari cukup untuk menjelaskan bahwa memang Bangsa Yahudi Israel adalah bangsa yang begitu identik dengan berbagai konflik –baik konflik secara horizontal maupun konflik vertikal-. Adapun yang ingin penulis paparkan dalam tulisan ini tidak lain adalah mengenai kitab Talmud, sebuah kitab yang oleh bangsa Yahudi Israel begitu diagungkan keberadaannya.

Talmud, bagi Bangsa Yahudi memang telah ditahbiskan untuk menjadi sebuah kitab yang paling suci dan paling agung bagi mereka. Dan untuk menggambarkan betapa agungnya Kitab Talmud ini, bahkan Rabbi Yahudi Israel kemudian seolah tidak ragu untuk menyebut bahwa tiada satu kitab pun selainnya yang lebih suci dan lebih agung melebihi kitab Talmud. Bahkan kesucian Talmud ini oleh bangsa Yahudi dianggap jauh lebih tinggi dibandingkan Kitab Taurat yang notabenenya diturunkan Tuhan kepada Musa a.s. untuk dijadikan sebbagai pegangan utama bangsa Yahudi Dengan kata lain, Kitab Talmud bukan saja menjadi sumber dalam penetapan hukum agama bagi bangsa Yahudi saja tetapi juga telah menjelma menjadi ideologi, pandangan hidup dan prinsip-prinsip, serta arahan bagi penyusunan kebijakan negara dan pemerintah Yahudi Israel.
Maka tidaklah mengherankan manakala Bangsa Yahudi Israel kemudian dicap sebagai bangsa yang sangat dogmatik mengingat sikap mereka yang begitu tunduk terhadap dogma-dogma yang berasal dari ajaran Talmud. Selain itu, Melalui talmud ini para generasi bangsa Yahudi Israel pun seolah didoktrin untuk supaya mereka yakin bahwa melalui Talmud, mereka kelak akan mendapatkan pula “makanan” yang akan mengenyangkan ambisi mereka untuk menguasai dunia. Bahkan berawal dari Talmud pula kemudian mereka menemukan inspirasi inspirasi pemikiran besar yang kelak dapat merubah sejarah dunia.
Dan berbicara mengenai keimanan bangsa Yahudi Israel terhadap kitab yang satu ini maka jelas sekali bahwa memang tidak ada seorang pun di dunia ini yang meragukan keimanan bangsa Yahudi Israel terhadap Talmud. Keimanan orang Yahudi terhadap Kitab Talmud tersebut bahkan mampu mengatasi/melebihi keimanan mereka terhadap Kitab Perjanjian Lama, yang dikenal dengan nama Taurat. Pernyataan yang demikian ini jelas bukan pernyataan yang tanpa dasar karena di dalam Talmud 'Erubin' edisi 2b (edisi Soncino), kaum Yahudi seolah di ingatkan bahwa mereka hendaknya lebih mengutamakan fatwa Talmud daripada Taurat. "Wahai anakku, hendaklah engkau lebih mengutamakan fatwa dari para Ahli Kitab (Talmud) daripada ayat-ayat Taurat". Mengapa terjadi demikian?
Menurut sejarawan Yahudi bernama DR. A. Fabian dalam sebuah bukunya berjudul The Babylonian Talmud, hal tersebut terjadi lantaran adanya anggapan bahwa Kitab Undang-Undang yang terbukti telah membuat Yahudi tetap eksis (baik sebagai suatu agama maupun sebagai suatu bangsa) bukanlah Taurat yang merupakan kitab tertulis yang diperuntukkan Tuhan kepada Musa, melainkan Talmud itu sendiri. Tamud memang telah menjelma menjadi sebuah kitab yang memberikan Bangsa Yahudi Israel sebuah ‘dunia’ yang terpisah dari dunia manusia pada umumnya yang oleh karenanya kemudian seringkali kita lihat betapa Bangsa Yahudi Israel mengklaim diri mereka sebagai bangsa pilihan.
Bahkan seorang rabbi Yahudi bernama Rabbi Beshai dengan ekstrimnya pernah memerintahkan bangsa Yahudi Israel untuk tidak menjalin kerjasama (atau bahkan memusuhi) orang-orang yang tidak berpegang pada Talmud. Alasannya ialah bahwa Talmud ini selain merupakan himpunan pendapat para Rabbi Yahudi tetapi juga merupakan sebuah kitab yang memiliki kedudukan yang sejajar dengan syariat nabi Musa. Adapun sebagian Rabbi Yahudi lainnya menilai Talmud sebagai kitab undang-undang tertinggi Bangsa Yahudi Israel yang mana ketika terjadi kontradiksi pendapat antara Talmud dan Taurat maka Talmudlah yang wajib untuk didahulukan

Kandungan dan Isi Kitab Talmud
Seperti yang telah dikemukakan di atas, Talmud merupakan sebuah kitab undang-undang yang berasal dari kumpulan-kumpulan fatwa para Rabbi Yahudi yang kemudian dalam perkembangannya kitab tersebut kemudian tumbuh menjadi sumber kekuatan yang luar biasa bagi kaum Yahudi Israel. Akan tetapi adalah sesuatu yang salah jika ada seseorang yang menganggap bahwa Talmud merupakan sebuah kitab yang berisikan hal-hal yang baik. Sebaliknya, menurut seorang sarjana Yahudi bernama Joseph Barclay dikatakan bahwa yang terkandung dalam Talmud itu tak lain adalah percampuran antara segala sesuatu yang berlebihan, menjijikkan dan bahkan sesuatu yang sifatnya adalah menghina Tuhan.
Sebagai contohnya disini penulis kemudian mengutip bunyi ayat dari kitab Erubin 2b :"Barangsiapa yang tidak taat kepada para rabbi mereka akan dihukum dengan cara dijerang di dalam kotoran manusia yang mendidih di neraka". Dan rasanya tanpa harus melakukan telaah lebih lanjut, pembaca pasti sepakat dengan penulis bahwa ayat tersebut adalah sebuah ayat yang sangat menjijikkan.
Talmud pun sebagai sebuah kitab suci anehnya bukan berfungsi sebagai pencegah kejahatan tetapi justru melalui Talmudlah kaum Yahudi Israel kemudian mengenal betapa perbuatan jahat adalah perbuatan yang ‘juga dianjurkan’ dalam agama sebagaimana bunyi ayat Moed Kattan 17a, "Bilamana seorang Yahudi tergoda untuk melakukan sesuatu kejahatan, maka hendaklah ia pergi ke suatu kota dimana ia tidak dikenal orang, dan lakukanlah kejahatan itu disana”
Maka sangatlah tidak mengherankan manakala sampai detik ini bangsa Yahudi Israel selalu diidentikkan sebagai bangsa pemicu konflik dan perpecahan di seluruh dunia (friction). Apalagi hal ini telah diingatkan oleh banyak ulama melalui pameo yang mereka buat pada abad 13 yang intinya berisi sindiran terhadap bangsa Yahudi Israel. “Bila disuatu tempat terjadi peristiwa besar dan huru-hara, maka periksalah orang-orang Yahudi yang ada di sana, sebab niscaya anda akan menemukan jawaban atas huru-hara itu.”

Ayo belajar


Saat ini, eLsiantary Foundation sedang menghimpun dana..
guna melakukan banyak penelitian
InsyaAllah komunitas ini, akan melakukan penelitan dibidang keagamaan terlebih dahulu..
untuk teman teman yang mau bergabung, diharapkan mendaftar ke 087892421491
ingat! kami tidak memungut dana dari siapapun yang ingin mendaftar
karena komunitas ini dibangun, untuk membangun wawasan sempurna dibidang keagamaan dan keilmuan
sehingga diharapkan tidak terjadi dikotomi antara agama dan science

Cara mendaftar:
Nama#Tanggal lahir#asal#domisili sekarang#umur#email.

buat kalian yang bertempat tinggal dibandung, maka akan diadakan penelitian secara langsung dan bersama sama dengan anggota lain.
dan yang berdomisili diluar bandung, penelitian dilakukan dengan jalur Informasi seperti Email,Bbm,whatsaap, dan sebagainya.

Komunitas ini berdiri sebagai pembanding..
dan untuk menambah nilai nilai empiris dalam kehidupan

salam perubahan..
~eL-siantary~